Rumah Sakit Jantung IJN Malaysia terbesar di Asia Pasifik

Pekanbaru, MitraMedis.com  – Bertempat di Ballroom salah satu hotel termewah di Pekanbaru, Rumah Sakit Institude Jantung Negara (IJN) Malaysia menggelar bincang sehat dengan menghadirkan dua orang dokter spesialis jantung dan diabetes.

Namun sebelum acara di kepala, Kepala Pemasaran dan Lembaga Pariwisata Medis Jantung Negara, Akim Affandy Ahmad kompilasi ditemui saat mengatakan IJN sedang mengembangkan sayap di beberapa kota besar di pulau Sumatera.

Salah satunya di Kota Pekanbaru.

“IJN di sini sudah dimulai sejak 6 bulan yang lalu, selama itu, Kami sudah menyetujui pasien jantung dari Pekanbaru,”

Sesuai arahan dari Mahatir Muhammad pada tahun 1992 silam, IJN dibuka dengan didukung 4 orang dokter dan hanya menggunakan 4 buah tempat tidur. Kini, 27 tahun berlalu, IJN kini telah menjadi rumah sakit terbesar di Asia Pasifik.

“Setelah 27 tahun berlalu, IJN Malaysia telah memiliki 140 orang dokter spesialis jantung anak dan dewasa dan telah memiliki seribuan orang perawat profesional dengan 441 katil atau tempat tidur. Kami menargetkan untuk 3 tahun kedepan Rumah Sakit IJN Malaysia akan menjadi rumah sakit terbesar di dunia, ”

“Dan memperluas ini, IJN dalam pembahasan 5000-6000 orang pasien yang berasal dari luar negri, 80 persen berasal dari Indonesia daripada dari pulau Jawa,” Sahutnya

Selanjutnya, Saat acara bincang sehat digelar, Dr liem Kien Chien spesialis Jantung, membawakan tema bincang sehat “Jantungku, kekasihku”, dengan menggunakan bahasa Melayu Malaysia yang sederhana, membuat pesan yang di sampaikan dapat di terima dengan baik oleh para peserta dari berbagai tempat yang ada di Pekanbaru. Antusias peserta sangat baik dengan komunikasi interaktif sedang berlangsung.

Begitu juga dengan Dr Siah Guan Jian selaku Kepala Sekolah Diabetes Pendidik IJN mampu menyediakan bahan terkait diabetes dengan baik. Dr Siah agar terhindar dari diabetes.

Usai bincang sehat di gelar, panitia acara yang di pimpin oleh Yusnan Sinaga memberikan kesempatan kepada para peserta untuk konsultasi langsung dengan Dr Liem dan Dr Siah. (Spc1)